BerandaEnterpreneurMahasiswa Untirta Edukasi Masyarakat Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair

Mahasiswa Untirta Edukasi Masyarakat Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair

SERANG – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) edukasi masyarakat Desa Telaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, cara mengelola sampah berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran, Arifullah menjelaskan, limbah organik rumah tangga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman.

Selain itu, kata Arif, pengolahan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu upaya mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Pembuatan pupuk organik cair merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain mengurangi limbah, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman,” ujar Arifullah, Jumat 24 Juli 2026.

Ketua KKM Tematik Untirta Kelompok 38, Diah mengatakan, saat ini masyarakat semakin memahami bahwa limbah organik bukan sekadar sampah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

“Edukasi seperti ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Selain diberikan materi edukasi, masyarakat juga dilatih secara langsung cara pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah organik rumah tangga.

Metode tersebut dipilih, kata Diah, agar masyarakat tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menerapkannya secara mandiri.

“Masyarakat dibekali pengetahuan mengenai teknik pengolahan, proses fermentasi, hingga pemanfaatan pupuk organik cair untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian,” ucapnya.

Ia berharap, edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengelolaan sampah berkelanjutan,” katanya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular