TANGERANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang mencatat, sepanjang Semester I (Januari hingga Juni) pada 2026, Cina sebagai salah satu negara yang mendominasi investasi di Kabupaten Tangerang.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, mengatakan Kabupaten Tangerang berhasil menempati posisi puncak capaian realisasi investasi di wilayah Provinsi Banten dengan nilai fantastis mencapai Rp29,04 triliun atau berkontribusi sebesar 43,83 persen dari total investasi provinsi.
Capaian tersebut mengungguli daerah lain di Banten, seperti Kota Tangerang di peringkat kedua dengan Rp11,73 triliun atau 17,71 persen, Kota Cilegon sebesar Rp8,01 triliun atau 12,08 persen, serta Kota Tangerang Selatan sebesar Rp7,87 triliun atau 11,88 persen.
Berdasarkan laporan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang yang diolah dari data Kementerian Investasi atau BKPM, Cina menggelontorkan dana investasi mencapai Rp4,92 triliun.
“Nilai tersebut menyumbang porsi dominan sebesar 47,77 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang pada paruh pertama tahun ini,” katanya, Jumat 14 Agustus 2026.
Hendar mengatakan Cina atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengungguli negara-negara asal investor lainnya dengan jarak yang cukup signifikan. Peta lima besar negara penyumbang investasi asing terbesar di Kabupaten Tangerang mencatatkan hasil nilai investasinya.
Seperti Cina yang tembus capai Rp4,92 triliun atau 47,77 persen, lalu Singapura dengan nilai investasi mereka capai Rp1,83 triliun atau 17,80 persen.
Sedangkan Jepang Rp756 milir atau 7,34 persen, dan Hongkong sebesar Rp663 miliar atau 6,44 persen. Sementara Korea Selatan, hanya Rp522 miliar atau 5,07 persen.
“Secara keseluruhan, kontribusi dari negara-negara mitra ini turut membawa Kabupaten Tangerang menjadi magnet investasi utama di Provinsi Banten khusunya di Kabupaten Tangerang dengan total nilai realisasi investasi mencapai Rp29,04 triliun atau 43,83 persen dari total investasi se-Provinsi Banten,” jelas Hendar.
Masuknya arus modal dari negara-negara investor tersebut mengalir ke sejumlah sektor strategis. Di kategori Penanaman Modal Asing (PMA), sektor Perdagangan dan Reparasi menjadi pilihan utama dengan nilai investasi sebesar Rp2,23 triliun dengan nilai presentasenya 21,71 persen dari 6.978 proyek.
Sektor favorit PMA meliputi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan presentase 16,79 persen dengan nilai Rp1,72 triliun. Kemudian industri barang dari kulit dan alas kaki, Rp1,14 triliun dengan presentase 11,10 persen.
Lalu disusul perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp1,13 triliun atau 11,04. Sedangkan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp710 miliar atau 6,90 persen.
“Tingginya komitmen para investor global, khususnya dari Tiongkok, makin mempertegas posisi Kabupaten Tangerang sebagai destinasi investasi yang aman, kondusif, dan berdaya saing tinggi di Asia Tenggara.” katanya. (*)




