BerandaOtomotifBAIC BJ30 Hybrid, SUV China yang Datang Bukan Cuma Modal Tampang Sangar

BAIC BJ30 Hybrid, SUV China yang Datang Bukan Cuma Modal Tampang Sangar

Straiteconomic – Kalau lima atau sepuluh tahun lalu ada yang bilang mobil China bakal bikin merek Jepang mulai gelisah, mungkin banyak orang cuma tertawa. Waktu itu citra mobil China masih identik dengan harga murah dan kualitas yang dipertanyakan. Tapi keadaan sekarang sudah berubah. Satu per satu pabrikan asal Negeri Tirai Bambu datang membawa teknologi, fitur, dan desain yang membuat persaingan otomotif semakin menarik.

Salah satu nama yang sedang mencoba mencuri perhatian adalah BAIC. Lewat BJ30 Hybrid, pabrikan asal Beijing ini tidak sekadar menjual SUV bergaya off-road. Mereka ingin menunjukkan bahwa mobil hybrid juga bisa tampil sangar tanpa kehilangan kenyamanan sebagai kendaraan harian.

Lalu, seperti apa sebenarnya BAIC BJ30 Hybrid? Apakah ia cuma menang tampang, atau memang layak diperhitungkan?

BAIC Bukan Merek Kemarin Sore

Banyak orang baru mengenal BAIC setelah merek ini masuk ke Indonesia. Padahal perusahaan ini sudah berdiri sejak 1958 dengan nama Beijing Automotive Industry Corporation. Selama puluhan tahun BAIC memproduksi mobil penumpang, kendaraan niaga, hingga kendaraan militer. Mereka juga pernah menjalin kerja sama dengan berbagai merek besar dunia seperti Mercedes-Benz dan Hyundai untuk pasar China.

Di keluarga BAIC, ada satu lini yang cukup terkenal, yakni seri BJ. Huruf “BJ” merupakan singkatan dari Beijing dan sejak lama digunakan untuk model-model SUV yang dirancang memiliki kemampuan melibas berbagai medan. Kalau BJ40 sering dibandingkan dengan Jeep Wrangler karena tampilannya yang sangat maskulin, maka BJ30 hadir sebagai adiknya yang lebih ramah dipakai setiap hari.

Indonesia bahkan mendapat kehormatan sebagai negara pertama yang meluncurkan BAIC BJ30 Hybrid versi setir kanan (Right Hand Drive). Debut global itu dilakukan pada GIIAS 2025 sebelum dipasarkan ke negara lain.

Tampangnya Sangar, tapi Tidak Terlihat Berlebihan

Hal pertama yang membuat orang melirik BJ30 tentu desainnya.

Mobil ini memang tidak berusaha tampil kalem. Dari depan, wajahnya langsung menunjukkan karakter SUV petualang. Lampu LED berbentuk kotak dipadukan dengan grille khas keluarga BAIC membuat tampilannya terlihat tegas. Kap mesin dibuat tinggi, sementara garis bodinya serba mengotak sehingga memberi kesan kokoh.

Dilihat dari samping, BJ30 terlihat proporsional. Panjangnya mencapai 4.730 mm dengan lebar 1.910 mm dan wheelbase 2.820 mm. Ukuran itu membuatnya lebih besar dibanding banyak SUV lima penumpang di kelasnya. Ground clearance 215 mm juga membuat mobil ini cukup percaya diri ketika harus melewati jalan rusak, genangan, atau jalur tanah.

Yang menarik, BAIC tidak berlebihan memberi ornamen. Tidak banyak garis tajam atau aksesori yang membuat mobil terlihat ramai. Justru kesederhanaan desain itu membuat BJ30 tampak lebih dewasa.

Interiornya Lebih Mewah daripada Dugaan Banyak Orang

Kalau melihat eksteriornya, mungkin orang mengira interior BJ30 akan terasa seperti mobil pekerja keras. Kenyataannya justru sebaliknya.

Begitu pintu dibuka, yang terlihat adalah kabin modern dengan layar instrumen digital 10,25 inci dan layar infotainment floating 14,6 inci yang menjadi pusat pengaturan kendaraan. Dashboard dibuat minimalis dengan sedikit tombol fisik sehingga tampil bersih.

Varian tertentu juga sudah dibekali panoramic sunroof, ambient lighting, wireless charging, electronic shifter, hingga material kabin yang terasa cukup premium di kelasnya. BAIC bahkan mengklaim kabin menggunakan sistem peredaman suara di puluhan titik sehingga perjalanan terasa lebih senyap.

Bagasinya juga cukup menarik. Saat bangku belakang dilipat, ruang penyimpanan dapat mencapai sekitar 1.500 liter sehingga lebih leluasa membawa barang berukuran besar.

Mesin Hybrid yang Tidak Sekadar Mengejar Irit

Banyak mobil hybrid dijual dengan satu tujuan utama, yakni menghemat bahan bakar. BAIC tampaknya ingin menawarkan sesuatu yang lebih.

BJ30 Hybrid memakai mesin 1.500 cc turbo yang dipadukan dengan motor listrik melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 116 kW dan torsi 235 Nm. Motor listriknya menyumbang tenaga 130 kW dan torsi 315 Nm. Jika bekerja bersama, tenaga gabungannya mencapai sekitar 334 PS dengan torsi hingga 550 Nm. Angka itu jauh lebih besar dibanding banyak SUV hybrid di kelas harga serupa.

BAIC mengklaim sistem hybrid ini mampu membawa mobil melaju hingga sekitar 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar ketika baterai berada dalam kondisi optimal. Untuk varian AWD, tersedia tujuh mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kondisi jalan.

Fitur yang Sulit Diabaikan

Di sektor keselamatan, BJ30 Hybrid sudah dibekali paket ADAS Level 2. Sistem ini mencakup berbagai fitur bantuan berkendara seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Autonomous Emergency Braking, hingga kamera 360 derajat.

Menurut BAIC, kendaraan ini juga menggunakan radar dan kamera yang mampu memantau area sekitar kendaraan hingga jarak sekitar 200 meter untuk membantu meningkatkan keselamatan berkendara.

Dengan fitur seperti itu, BJ30 sebenarnya tidak datang sebagai SUV murah. Ia mencoba menawarkan pengalaman berkendara yang lengkap.

Harganya Masih Masuk Akal?

Inilah bagian yang cukup menarik.

BAIC BJ30 Hybrid FWD dipasarkan mulai Rp529 juta OTR Jakarta. Sementara varian AWD dibanderol sekitar Rp589 juta OTR Jakarta. Pada masa peluncuran, BAIC juga sempat memberikan harga promo khusus untuk pelanggan pertama sebagai strategi memperkenalkan produk mereka di Indonesia.

Kalau melihat spesifikasi dan fitur yang dibawa, angka tersebut memang cukup kompetitif. Apalagi mobil ini langsung berhadapan dengan berbagai SUV hybrid yang harganya tidak terpaut terlalu jauh.

Kelebihan yang Sulit Dipungkiri

BJ30 Hybrid punya beberapa modal yang cukup kuat.

Desainnya berbeda dari SUV kebanyakan sehingga mudah dikenali di jalan. Tenaga yang dihasilkan juga sangat besar untuk ukuran SUV hybrid keluarga. Interiornya modern, ruang kabin luas, fitur keselamatan melimpah, dan kemampuan melintasi jalan rusak lebih baik berkat ground clearance yang tinggi.

Bagi orang yang bosan melihat desain SUV yang itu-itu saja, BJ30 menawarkan sesuatu yang segar.

Tapi Bukan Berarti Tanpa Kekurangan

Meski produknya menarik, BAIC masih memiliki pekerjaan rumah.

Nama BAIC belum sepopuler Toyota, Honda, atau Hyundai di Indonesia. Akibatnya, sebagian calon pembeli masih menunggu pembuktian soal ketahanan produk, layanan purna jual, hingga harga jual kembali.

Jaringan dealer dan bengkel resmi juga masih berkembang. Untuk konsumen yang tinggal di kota besar mungkin bukan masalah. Namun bagi yang berada di daerah, faktor tersebut tentu menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.

Selain itu, karena mobil ini masih tergolong baru, belum banyak pengalaman jangka panjang dari pemilik yang bisa dijadikan acuan mengenai biaya perawatan maupun keawetan komponennya.

Layak Dibeli?

Kalau melihat produknya saja, BAIC BJ30 Hybrid sebenarnya menawarkan paket yang sulit diremehkan. Desainnya gagah, performanya kuat, teknologinya modern, dan fiturnya lengkap.

Tantangan terbesar mobil ini justru bukan soal mesin atau kualitas, melainkan membangun kepercayaan. Pasar Indonesia dikenal sangat mempertimbangkan nama merek, jaringan servis, serta nilai jual kembali.

Namun jika BAIC mampu menjaga layanan purna jual dan memperluas jaringan dealer dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin BJ30 Hybrid akan menjadi salah satu SUV hybrid yang paling sering diperbincangkan. Sebab di balik wajahnya yang sangar, mobil ini ternyata menyimpan paket yang jauh lebih lengkap daripada yang terlihat pada pandangan pertama. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular