TANGERANG – Harga beras ketan di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, melonjak tajam hingga Rp19.000 per liter akibat pasokan yang terbatas. Pada bulan lalu, harga beras ketan di pasar masih dijual sekitar Rp12.000 per liter.
Salah satu pedagang beras di Pasar Gudang Tigaraksa, Nurhidayat, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir kenaikan harga paling mencolok justru terjadi pada beras ketan. Sementara harga beras konsumsi biasa cenderung lebih stabil dan hanya mengalami fluktuasi kecil.
“Kalau beras biasa jarang naik sampai seribu rupiah. Yang loncat itu ketan. Sempat naik sekitar lima ribu, bahkan dari harga normal Rp12 ribu per liter sempat menyentuh Rp20 ribu,” kata Nurhidayat saat ditemui di kiosnya, Rabu 8 Juli 2026.
Nurhidayat menuturkan, saat ini harga beras ketan mulai berangsur turun menjadi sekitar Rp19 ribu per liter. Meski demikian, harga tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal sebelum terjadi lonjakan.
Nurhidayat mengungkapkan kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan pasar. Kelangkaan stok membuat harga bergerak cepat hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Barangnya sempat enggak ada, tapi yang minta banyak. Jadi memang karena supply dan demand. Mungkin juga dipengaruhi musim kemarau,” ujarnya.
Sementara itu, harga beras konsumsi di kiosnya masih relatif bervariasi. Beras premium asal Karawang dijual sekitar Rp14 ribu per liter, beras Karawang kualitas lainnya Rp12 ribu per liter, sedangkan beras lokal dari Kronjo dan Cikande dipasarkan mulai Rp10 ribu hingga Rp11.500 per liter.
Ia menambahkan, pedagang tidak serta-merta menaikkan harga karena margin keuntungan yang diambil relatif tetap dan mengikuti harga dari pemasok.
“Kami tergantung harga dari tempat ngambil barang. Untungnya juga segitu-segitu saja. Kalau beras biasa kenaikannya paling sekitar lima ratus rupiah, enggak langsung melonjak,” tuturnya. (*)




