SERANG – Pengelolaan keuangan keluarga yang baik dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan ekonomi rumah tangga. Melalui workshop literasi keuangan yang digelar di Desa Talaga Warna masyarakat dibekali berbagai pengetahuan praktis agar mampu mengatur keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan.
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Nining Purwaningsih, menjelaskan kondisi keuangan keluarga yang sehat tidak ditentukan oleh besarnya pendapatan, melainkan kemampuan mengelola penghasilan secara terencana.
“Kunci utama pengelolaan keuangan keluarga bukan terletak pada besar kecilnya penghasilan, tetapi pada kedisiplinan dalam mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung dan menyiapkan dana darurat,” kata Nining, Sabtu 11 Juli 2026.
Dengan pengelolaan yang baik, kata dia, setiap keluarga memiliki peluang untuk mencapai kondisi ekonomi yang lebih stabil.
Sementara itu, dosen Untirta sekaligus pengembang media pembelajaran, Sandi Danar, menekankan pentingnya metode edukasi yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar materi literasi keuangan lebih mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang kontekstual dan aplikatif akan mendorong peserta untuk langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mengelola keuangan rumah tangga.
“Penyampaian materi harus dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan apa yang dipelajari. Ketika edukasi disampaikan secara partisipatif dan aplikatif, maka peluang terjadinya perubahan perilaku dalam mengelola keuangan keluarga akan semakin besar,” kata Sandi.
Sandi berharap literasi keuangan masyarakat Desa Talaga Warna terus meningkat sehingga setiap keluarga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara lebih bijaksana, terencana, dan berkelanjutan.
“Peningkatan literasi diharapkan mampu menciptakan keluarga yang lebih mandiri secara finansial serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat,” katanya. (*)




