BerandaEnterpreneurDesa Hantu Cicadas Jadi Ruang UMKM, Pengunjung Capai 500 Orang per Hari

Desa Hantu Cicadas Jadi Ruang UMKM, Pengunjung Capai 500 Orang per Hari

Bandung – Desa Hantu di Cicadas, Kota Bandung, kembali digelar untuk ketiga kalinya. Kegiatan yang bermula dari penggalangan dana warga untuk peringatan Hari Kemerdekaan itu kini ikut membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Camat Cibeunying Kidul, Moch Edi Purwadi, mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan kreativitas pemuda sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku UMKM di RW 06 dan sekitarnya untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan masyarakat.

“Ini merupakan kreativitas luar biasa dari para pemuda. Selain menghadirkan hiburan yang unik, kegiatan ini juga mampu mengundang pelaku UMKM di wilayah RW 06 dan sekitarnya untuk ikut berkembang. Saya berharap Desa Hantu dapat terus berlanjut serta semakin berkembang,” ujarnya.

Desa Hantu pertama kali digelar pada 2024. Awalnya, para pemuda setempat hanya ingin mengumpulkan dana untuk kegiatan Agustusan. Konsep rumah hantu kemudian dikembangkan menjadi satu kawasan permukiman dengan tema horor.

Ketua Panitia Desa Hantu 2026, Adi, mengatakan konsep tersebut dibuat berbeda dari rumah hantu pada umumnya dengan melibatkan warga dalam seluruh penyelenggaraan.

“Awalnya kami hanya berkumpul untuk mencari dana kegiatan Agustusan. Karena sudah banyak konsep rumah hantu, kami akhirnya membuat konsep Desa Hantu yang melibatkan seluruh warga. Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang, dari satu gang menjadi tiga gang, dan UMKM yang terlibat juga semakin banyak,” tutur Adi.

Penyelenggaraan Desa Hantu melibatkan warga RT 05 RW 06, Karang Taruna, komunitas, hingga pelaku UMKM. Perluasan area kegiatan dari satu gang menjadi tiga gang juga diikuti meningkatnya jumlah pengunjung.

Pengunjung tidak hanya datang dari Kota Bandung, tetapi juga dari luar daerah. Dengan tiket masuk Rp3.000, kegiatan tersebut menjadi hiburan yang relatif terjangkau sekaligus membuka pasar bagi usaha warga di sekitar lokasi.

Ketua RW 06, Ramli, berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kami berharap Desa Hantu ini tetap menjadi pelopor di Kelurahan Cicadas. Keunikannya adalah seluruh konsep dipusatkan dalam satu kawasan dengan nuansa pedesaan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan dapat diregenerasikan kepada generasi muda agar inovasi seperti ini tidak berhenti di kami saja,” kata Ramli.

Ketua RT 05, Aang, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung turut dirasakan pelaku usaha di sekitar lokasi. Menurut dia, Desa Hantu kini dapat mendatangkan sekitar 400 hingga 500 pengunjung setiap hari.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung terus meningkat, sekitar 400 sampai 500 orang per hari. Dampaknya terasa bagi warga, bahkan kegiatan ini sudah beberapa kali dikunjungi anggota DPRD dan kini ada rencana kolaborasi dengan Saung Angklung Udjo,” ungkap Aang.

Pertumbuhan Desa Hantu menunjukkan bagaimana kegiatan yang berawal dari inisiatif warga dapat berkembang menjadi ruang ekonomi bagi lingkungan sekitar. Selain hiburan, meningkatnya jumlah pengunjung memberikan kesempatan bagi UMKM untuk menawarkan produk mereka selama kegiatan berlangsung. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular