TANGERANG – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menyoroti potensi industri yang belum dimaksimalkan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang, di luar sektor pajak.
Salah satu yang disoroti Amud yaitu penggunaan air oleh industri. Menurutnya, Pemkab Tangerang perlu mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan layanan air dari Perumdam TKR.
Selama ini, kata dia, sebagian industri masih menggunakan air tanah. Sementara penerimaan dari sektor tersebut masuk dalam skema kewenangan dan bagi hasil di tingkat provinsi.
“Ketika infrastrukturnya dari PDAM sendiri sudah siap, maka potensi itu bisa datang,” kata Amud, Minggu (23/8).
Selain air, pengelolaan limbah juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku industri.
Amud mengatakan sejumlah industri telah bekerja sama dalam pengelolaan limbah, namun kerja sama tersebut perlu terus diperluas agar semakin banyak pelaku usaha yang terlibat.
Ia menilai pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan potensi penerimaan daerah, tetapi juga menyangkut perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Jangan sampai buang limbah tinja itu ke sungai-sungai. Itu berbahaya, bisa mencemari dan bisa berbahaya buat masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemkab Tangerang melakukan pendataan potensi secara lebih rinci. Amud mencontohkan sektor kendaraan bermotor. DPRD pernah mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan komunikasi dan pendataan dengan sejumlah showroom kendaraan di Kabupaten Tangerang.
Data penjualan kendaraan pada tahun sebelumnya dapat digunakan untuk memperkirakan potensi penerimaan pajak secara lebih akurat.
“Jangan hanya asumsi. Kita dorong seperti itu, sehingga kita punya data riil,” ujarnya. (*)




