BerandaEnterpreneurWirausaha Muda di Tangerang Dibina Cara Kembangkan Usaha

Wirausaha Muda di Tangerang Dibina Cara Kembangkan Usaha

TANGERANG – Bidang Pemuda pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang mendorong puluhan wirausaha muda untuk bisa berkembang dan naik kelas melalui kegiatan Inkubasi Bisnis Kewirausahaan Muda Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Inkubasi bisnis tahun ini berasal dari beragam sektor usaha. Mulai dari kuliner, usaha kerajinan, pertanian, perikanan, konveksi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga startup digital lokal yang menghadirkan platform barter barang, jasa, maupun transaksi jual beli.

Pelaku usaha ini, nantinya akan diberikan pelatihan cara mengelola keuangan, mengurus perizinan, marketing, hingga pengembangan usaha.

Bidang Pemuda Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Andy Sosiawan, mengatakan kegiatan inkubasi bisnis dirancang dalam tiga tahapan. Tahap pertama diawali dengan proses seleksi peserta, kemudian dilanjutkan pembinaan bagi peserta yang lolos, hingga kesempatan mengikuti pameran pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang pada Oktober 2026.

“Tahap pertama adalah seleksi wirausaha muda, kemudian peserta yang lolos akan mengikuti pembinaan inkubasi bisnis, dan tahap terakhir mereka akan mengikuti pameran pada HUT Kabupaten Tangerang bulan Oktober nanti,” ujar Andy, Rabu (29/7).

Andy menuturkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Dari sekitar 100 orang yang mendaftar, sebanyak 50 peserta hadir mengikuti proses seleksi. Nantinya hanya 40 peserta terbaik yang akan mendapatkan pembinaan intensif.

Andy menjelaskan, materi pembinaan akan difokuskan pada pengembangan usaha dan peningkatan kompetensi kewirausahaan. Para peserta juga akan mendapatkan pembekalan dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Koperasi dan UMKM, Forum Kewirausahaan Muda, hingga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Materinya terkait pengembangan usaha mereka dan kompetensi kewirausahaan. Narasumbernya berasal dari Dinas Koperasi UMKM, Ketua Forum Kewirausahaan Muda, dan juga HIPMI,” katanya.

Ia menuturkan, program inkubasi bisnis ini menyasar pemuda yang telah memiliki usaha dan menunjukkan komitmen untuk berkembang. Salah satu syarat mengikuti seleksi adalah telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal.

“Kami menjaring pemuda-pemudi yang sudah memiliki usaha, punya komitmen untuk maju, sehingga usahanya bisa naik kelas,” jelasnya.

Beragam sektor usaha ikut ambil bagian dalam program tersebut, mulai dari kuliner, fesyen, hingga inovasi berbasis teknologi. Menurut Andy, seluruh peserta memiliki potensi yang menjanjikan.

“Semua produknya keren. Baik kuliner, fashion, maupun inovasi teknologi, semuanya memiliki keunggulan masing-masing,” ujarnya.

Selain pembinaan, peserta yang dinyatakan lolos juga akan memperoleh bantuan stimulan sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha. Nilai bantuan yang diberikan sekitar Rp2 juta untuk setiap peserta.

Andy menambahkan, program inkubasi bisnis tidak berhenti setelah pameran HUT Kabupaten Tangerang. Pembinaan akan terus berlanjut hingga November dan Desember 2026 sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan.

“Program ini akan terus berlanjut setiap tahun. Selain peserta yang sekarang, nantinya akan ada peserta-peserta baru yang ikut dibina sehingga semakin banyak wirausaha muda Kabupaten Tangerang yang mampu berkembang dan bersaing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum FKP Kabupaten Tangerang, Bagus Muhamad Rijal, mengatakan program inkubasi kewirausahaan telah memasuki tahun kelima kerja sama dengan Disporabudpar. Pada tahun ini, sebanyak 43 peserta mengikuti tahap seleksi, namun hanya 40 peserta yang dinyatakan lolos setelah tiga peserta tidak memenuhi persyaratan administrasi.

“Hari ini merupakan tahapan seleksi. Besok para peserta akan mendapatkan materi pelatihan sekaligus stimulan usaha sekitar Rp2 juta. Harapannya bantuan tersebut menjadi pemantik semangat sekaligus tambahan modal agar usaha mereka bisa berkembang,” ujar Bagus.

Bagus menjelaskan, peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Hampir seluruh dari 29 kecamatan mengirimkan perwakilan, baik secara individu maupun komunitas.

Dikatakan Bagus, setelah dinyatakan lolos, seluruh peserta akan menjadi binaan Disporabudpar dengan pendampingan intensif dari FKP. Pembinaan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, melainkan berlanjut melalui berbagai program peningkatan kapasitas usaha.

“Empat puluh peserta ini akan kami dampingi secara berkelanjutan. Mulai dari pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran, legalitas usaha, hingga pengemasan produk. Targetnya tentu agar mereka bisa naik kelas,” katanya.

Bagus mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki FKP, terdapat hampir 300 ribu wirausaha muda di Kabupaten Tangerang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta inkubasi masih harus dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, kata dia, jumlah peserta terus meningkat setiap tahun. Program yang semula hanya diikuti 10 peserta, kemudian bertambah menjadi 20 orang, 25 orang, hingga kini mencapai 40 peserta.

Ia berharap pemerintah daerah dapat terus menambah dukungan anggaran agar semakin banyak pelaku usaha muda memperoleh kesempatan yang sama.

“Setiap tahun pesertanya berbeda agar pemerataan manfaat bisa dirasakan lebih banyak anak muda. Semoga ke depan jumlah peserta terus bertambah,” ujarnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular