SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyusun strategi untuk memaksimalkan dampak ekonomi dari kunjungan kedinasan maupun sektor pariwisata. Salah satu langkah yang disiapkan ialah mendorong tamu pemerintahan dan rombongan kerja dari luar daerah agar menginap di hotel yang berada di wilayah Kota Serang.
Kebijakan tersebut tengah diusulkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang melalui surat edaran yang nantinya ditujukan kepada Wali Kota Serang.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, selama ini aktivitas kunjungan dinas ke Kota Serang belum sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah karena banyak tamu memilih menginap di luar kota.
“Harapannya, aktivitas kunjungan kerja maupun tamu pemerintahan bisa memberikan efek ekonomi langsung bagi Kota Serang, terutama dari sektor hotel dan jasa pendukung lainnya,” ujar Zeka.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit tamu yang datang untuk agenda pemerintahan justru memilih bermalam di kawasan Tangerang, Anyer, maupun Kabupaten Serang. Akibatnya, potensi pemasukan daerah dari sektor perhotelan dinilai belum optimal.
Selain menyiapkan kebijakan penginapan tamu dinas, Pemkot Serang juga akan meluncurkan program wisata terintegrasi pada 17 Mei 2026 mendatang. Program tersebut dirancang untuk menjadikan Kota Serang sebagai pusat persinggahan wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi di wilayah Banten.
Melalui konsep itu, wisatawan yang menginap di Kota Serang akan ditawarkan berbagai pilihan paket wisata, mulai dari wisata religi, wisata kota, hingga wisata alam dan bahari.
Untuk wisata religi, pengunjung akan diajak mengunjungi sejumlah situs sejarah dan kawasan keagamaan di Banten. Sementara paket city tour akan memperkenalkan berbagai ikon dan kawasan perkotaan di Kota Serang.
Tak hanya itu, Disparpora juga menyiapkan wisata bahari menuju sejumlah destinasi populer seperti Pantai Anyer, Pulau Lima, hingga Sawarna. Sedangkan paket wisata alam dan olahraga petualangan diarahkan ke kawasan Negeri di Atas Awan dan wilayah Sawarna.
Meski Kota Serang diposisikan sebagai pusat akomodasi, pelaksanaan program wisata tersebut melibatkan sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.
Menurut Zeka, kolaborasi antardaerah itu diharapkan mampu menciptakan pemerataan dampak ekonomi sektor pariwisata di Provinsi Banten. (*)



