BerandaEnterpreneurRibuan Warga Padati Grand Launching Pasar Tradisional Ciakar, Sri Panggung Dorong UMKM...

Ribuan Warga Padati Grand Launching Pasar Tradisional Ciakar, Sri Panggung Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

TANGERANG – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati pasar tradisional di Kampung Cukanggalih, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Peresmian dibuka dengan menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pembukaan pasar tradisional tersebut menjadi langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan berbagai makanan tradisional khas daerah.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung Lestari, mengatakan pasar tersebut akan menjadi wadah bagi UMKM di Desa Ciakar untuk memasarkan produk mereka.

“Ini ada kurang lebih 200 UMKM di Desa Ciakar yang nanti akan menjadi binaan kita,” kata Sri Panggung Lestari, Minggu 26 Juli 2026.

Seluruh pelaku UMKM yang terlibat, kata Sri Panggung, merupakan warga Desa Ciakar. Dengan jumlah pedagang yang mencapai 100 hingga 200 pelaku usaha, keberadaan pasar tersebut dinilai berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kalau satu penjual bisa mengakomodir tiga atau empat orang, artinya tinggal mengalikan saja, kurang lebih 400. Jadi minimal mengurangi pengangguran di Desa Ciakar dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Pasar tradisional yang berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi itu juga menjadi bagian dari upaya melestarikan pasar rakyat di Desa Ciakar. Sri menyebut, terdapat tiga pasar tradisional yang akan terus dikembangkan, yakni Alam Bambu Ciakar, Cipari di Sumur Gede, dan pasar tradisional di Kampung Sukagalih.

Beragam kuliner tradisional turut meramaikan pasar tersebut. Mulai dari gemblong, uli, tahu kacang atau yang dikenal sebagai Tahu Siksa, dodol pahit, kue cucur, pecel, hingga jojorong.

“Pokoknya makanan-makanan tradisional yang dijual. Ada kurang lebih 100 lebih makanan tradisional,” katanya.

Pasar rakyat tersebut dibuka sejak pukul 07.30 WIB dan biasanya berlangsung hingga dagangan para pelaku UMKM habis. Pada pembukaan perdana, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Sri juga membagikan sekitar 200 kupon senilai Rp25.000 sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk menarik minat masyarakat dari luar Desa Ciakar agar ikut meramaikan pasar tersebut.

Ke depan, ia berharap Pasar Tradisional Desa Ciakar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi ikon Kabupaten Tangerang.

“Seluruh Kabupaten Tangerang khususnya, kita ramaikan pasar tradisional Desa Ciakar yang insya Allah setiap minggunya akan dilaksanakan di Desa Ciakar,” ucapnya.

Bahkan, Sri Panggung memiliki target lebih besar. Ia ingin pasar tradisional Desa Ciakar dapat tampil dan mewakili Kabupaten Tangerang dalam berbagai agenda daerah hingga tingkat nasional.

“Justru saya mau membawa pasar Desa Ciakar ini ke kancah nasional. Jadi nanti kalau ada pasar tradisional, Desa Ciakar harus mewakili Kabupaten Tangerang,” katanya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular