Jakarta, Straiteconomic – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan UK Trade Commissioner for Asia Pacific Martin Kent di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pertemuan itu membahas langkah memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Inggris, termasuk implementasi Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) serta dukungan Inggris terhadap aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru Inggris di bawah Perdana Menteri Andy Burnham. Ia berharap hubungan strategis kedua negara semakin erat seiring komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi.
Airlangga mengatakan implementasi EGP akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, energi, investasi, hingga transisi menuju ekonomi berkelanjutan.
“Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi ekonomi kedua negara sekaligus mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Airlangga.
Selain itu, Airlangga memaparkan perkembangan proses aksesi Indonesia ke CPTPP yang dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing nasional.
“Keikutsertaan Indonesia dalam CPTPP merupakan bagian dari strategi untuk memperluas akses pasar, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Inggris kembali menegaskan dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia ke CPTPP. Menurut Inggris, kehadiran Indonesia akan memperkuat posisi CPTPP sebagai perjanjian perdagangan berstandar tinggi sekaligus meningkatkan relevansinya di kawasan Indo-Pasifik.
Menutup pertemuan, Airlangga menegaskan hubungan ekonomi Indonesia dan Inggris masih memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan. Pemerintah Indonesia, kata dia, siap melanjutkan kerja sama melalui implementasi EGP maupun proses aksesi Indonesia ke CPTPP. (*)




