BerandaEnterpreneurSerapan Job Fair di Kota Tangerang Rendah, Hanya 15 Persen Pencaker yang...

Serapan Job Fair di Kota Tangerang Rendah, Hanya 15 Persen Pencaker yang Direkrut

TANGERANG – Tingkat penyerapan tenaga kerja di Job Fair yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang masih rendah, yaitu berada di kisaran 15 hingga 22,3 persen yang keterima kerja.

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan rendahnya tingkat penerimaan tersebut tidak terlepas dari kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

“Dampaknya cukup positif, walaupun kisaran penerimaannya berdasarkan kompetensi yang ada memang baru sampai angka 15 sampai 22,3 persen untuk penerimaannya,” katanya, Senin 24 Agustus 2026.

Tidak hanya itu, Ujang menuturkan kondisi ekonomi saat ini juga turut memengaruhi proses rekrutmen tenaga kerja. Karena itu, Pemkot Tangerang akan terus mendorong peningkatan kompetensi para pencari kerja agar mampu bersaing dalam proses rekrutmen.

Ujang menjelaskan, setiap pelaksanaan job fair di Kota Tangerang mampu menyediakan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Kata dia, hingga Agustus 2026, jumlah lowongan yang dibuka melalui rangkaian job fair telah mencapai sekitar 15.000 posisi.

“Untuk tahun ini saja kita seperti kemarin waktu di Metropolis itu di atas 5.000. Jadi 15.000 itu sampai bulan ini saja,” katanya.

Ia menambahkan, peluang kerja masih terus dibuka melalui job fair secara daring hingga akhir Agustus. Dengan demikian, jumlah lowongan yang tersedia masih berpotensi bertambah.

Dari berbagai lowongan yang tersedia, sektor operator dan jasa menjadi bidang yang cukup banyak membutuhkan tenaga kerja. Selain itu, sektor industri juga masih membuka sejumlah kesempatan kerja.

Namun, Ujang mengungkapkan, sektor industri menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku. Kondisi geopolitik global turut memberikan dampak terhadap aktivitas dan produktivitas sejumlah perusahaan.

Industri juga ada beberapa hal kaitan dengan bahan baku. Terutama pasca Iran dengan Israel, pengaruh terhadap bahan baku itu cukup signifikan, sehingga produktivitas dan kinerja beberapa perusahaan itu cukup terganggu,” jelasnya.

Dikatakannya, tak hanya mendorong penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, Disnaker Kota Tangerang juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

Ia mengatakan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah serta melakukan sosialisasi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah penguasaan bahasa asing. Menurutnya, peluang kerja di luar negeri sangat besar, bahkan mencapai ratusan ribu hingga jutaan lowongan. Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kompetensi yang memadai.

“Kalau lowongannya bukan ribuan, ratusan ribu di luar negeri itu, bahkan sampai jutaan. Ya cuma kan yang jadi permasalahan ada kompetensi,” ungkapnya.

Karena itu, Ujang mengimbau masyarakat Kota Tangerang yang sedang mencari pekerjaan agar tidak hanya mengandalkan keberadaan lowongan, tetapi juga mempersiapkan kemampuan sesuai bidang pekerjaan yang dituju.

Ia menyebut, persoalan kompetensi menjadi salah satu hasil evaluasi Disnaker dalam melihat kondisi pasar kerja saat ini. Bahkan, masih terdapat sejumlah lowongan di perusahaan yang belum terisi karena perusahaan belum menemukan kandidat dengan kemampuan sesuai kebutuhan.

“Jadi permasalahan sekarang yang hasil kita amati adalah kompetensi. Bahkan ada beberapa lowongan kerja sampai sekarang di pabrik juga masih kosong karena belum dapat orang yang sesuai dengan yang diharapkan,” ucapnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular