BerandaEnterpreneurDampak Kemarau, Harga Cabai dan Sayuran di Tangerang Naik Rp10 Ribu

Dampak Kemarau, Harga Cabai dan Sayuran di Tangerang Naik Rp10 Ribu

TIGARAKSA – Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Gudang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengalami kenaikan signifikan akibat kemarau ekstrim. Salah satunya harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Gudang Tigaraksa, Adrian mengatakan, kenaikan tersebut terjadi dalam sehari.

“Semalam doang naiknya. Baru hari ini naik. Kemarin masih 40,” ujar Adrian saat diwawancarai di lapaknya, Selasa (1/9).

Kenaikan juga terjadi pada cabai jenis cabai rawit, Adrian menyebut cabai yang sebelumnya Rp70.000 kini telah mencapai Rp80.000 per kilogram.

Adrian mengatakan, kenaikan signifikan terjadi akibat kemarau panjang. Meski demikian, ia mengatakan harga komoditas di pasar sulit dipastikan karena sangat bergantung pada pasokan. “Karena kemarau ya, kekeringan,” katanya.

Bukan hanya cabai, sejumlah komoditas sayuran lain juga mengalami kenaikan. Salah satunya harga kacang, kini mencapai Rp16.000 per kilogram, atau naik dari harga normal sekitar Rp8.000.

“Kalau lagi normal harganya Rp8.000 sekilo. Sekarang Rp16.000,” ujarnya.

Komoditas lain yang ikut mengalami kenaikan adalah timun. Pedagang menyebut harga timun yang biasanya dijual sekitar Rp8.000 per kilogram kini naik menjadi Rp10.000.

“Biasanya karena pasokan. Bisa naik lagi, bisa turun lagi. Kalau itu biasanya nggak stabil kadang-kadang,” tuturnya.

Sementara itu, untuk harga daging sapi dan ayam masih terpantau stabil meski sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Suhendra, pedagang daging menuturkan, harga daging sapi stabil di harga Rp145.000 per kilogram.

“Harga masih stabil, belum ada kenaikan. Harganya Rp.145.000 per kilo,” katanya.

Di tempat lain, Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Ibu Resmiyati Marningsih, menuturkan untuk menekan dampak dari kenaikan harga bahan pokok, pihaknya rutin menggelar Warung Tekan Inflasi (Warteksi) di setiap pasar tradisional yang ada di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Di Warteksi, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan berbagai bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Kami menyediakan berbagai bahan pokok murah, masyarakat dapat memiliki kemampuan dan kemudahan untuk membeli kebutuhan pokok mereka,” katanya.

Ia berharap, dalam waktu dekat inflasi di Kabupaten Tangerang dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

“Nantinya akan ada banyak warga yang mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular