BerandaNewsAwas Penipuan KUR, BRI Tegaskan Pengajuan Tidak Pernah Lewat Link Online

Awas Penipuan KUR, BRI Tegaskan Pengajuan Tidak Pernah Lewat Link Online

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Penawaran palsu tersebut umumnya dilakukan melalui pesan singkat, media sosial hingga tautan digital tidak resmi yang menjanjikan pencairan KUR secara cepat.

RCEO Region 8 BRI Jakarta 3, Moch Suratin menegaskan, seluruh proses pengajuan KUR BRI tidak pernah dilakukan melalui link online tidak resmi maupun akun pribadi.

“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI,” ujar Suratin, Senin (18/5).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin mengajukan KUR dapat langsung mengakses layanan melalui kantor kerja resmi BRI seperti Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink hingga tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, BRI memastikan proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.

“Masyarakat juga jangan pernah memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia seperti PIN, password hingga kode OTP kepada siapa pun,” katanya.

Menurut Suratin, setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan sebagai indikasi penipuan. Untuk itu, masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI.

BRI mengimbau masyarakat memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi perusahaan seperti website resmi BRI, media sosial resmi BRI maupun layanan Contact BRI 14017 atau 1500017.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan layanan perbankan, BRI juga terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular