BerandaNewsPemerintah Akan Stop Impor Solar, Targetkan Hemat Devisa Rp170 Triliun

Pemerintah Akan Stop Impor Solar, Targetkan Hemat Devisa Rp170 Triliun

JAKARTA – Pemerintah berencana akan menyetop impor solar setelah meluncurkan B50. Dari konsumsi solar nasional sekitar 38 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun, Indonesia sebelumnya masih mengimpor sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter, Kamis 16 Juli 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, melalui implementasi B50, negara akan menghemat devisa hingga Rp170 triliun. Langkah tersebut akan memberi manfaat bagi sektor sawit melalui peningkatan kebutuhan CPO dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton dan memperkuat kepastian pasar bagi petani.

Nilai tambah industri CPO pun disebut naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun. “Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita,” ujar Bahlil.

Bahlil menyebut implementasi B50 juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari 1,8 juta pada program B40 menjadi 2,1 juta orang melalui B50. Tak hanya itu yang program ini juga berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca.

“Upaya menjaga lingkungan juga diperkuat melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2,” kata Bahlil. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
ADS

Most Popular