TANGERANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan terus memperketat pengawasan terhadap proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengantisipasi terjadinya eksploitasi terhadap warga yang bekerja di luar negeri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, Sabam Maringan Halomoan, memastikan perusahaan penempatan memiliki kompetensi dan menjalankan prosedur sesuai ketentuan.
Ia mengatakan, saat ini terdapat 69 calon pekerja migran yang telah terdaftar dalam program penempatan, dengan sekitar 32 hingga 36 peserta mengikuti kegiatan yang digelar.
Sabam menuturkan, proses pendataan dilakukan langsung oleh perusahaan penempatan, sementara Disnaker berperan sebagai fasilitator sekaligus pengawas agar proses pemberangkatan berlangsung aman.
“Kita Disnaker hanya memfasilitasi. Tanggung jawab kita memastikan perusahaan benar-benar kapabel untuk melaksanakan tugasnya. Karena bidang ketenagakerjaan ini memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, mulai dari potensi eksploitasi hingga persoalan lainnya,” ujar Sabam, Senin 13 Juli 2026.
Hal tersebut, kata dia, menjadi perhatian pihaknya untuk terus mendampingi perusahaan yang mengirimkan pekerja asal Tangsel ke luar negeri agar risiko-risiko tersebut dapat ditekan.
Ia menjelaskan, setiap calon pekerja migran wajib mengikuti pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan atau job order dari negara tujuan. Selain pelatihan bahasa, peserta juga akan memperoleh pembekalan sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani, seperti sektor hospitality, layanan kesehatan, maupun bidang lainnya.
Pelatihan bahasa, kata dia, durasinya bervariasi tergantung negara tujuan. Pelatihan bahasa Inggris umumnya berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan, sedangkan pelatihan bahasa Jepang dapat mencapai enam bulan karena peserta harus mempelajari huruf Kanji.
“Yang menggunakan bahasa Inggris, insyaallah tahun ini sudah bisa diberangkatkan. Kalau Jepang memang membutuhkan waktu lebih lama karena harus mempelajari Kanji,” jelasnya.
Sabam mengungkapkan, negara tujuan pekerja migran asal Tangsel cukup beragam. Selain sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Qatar, terdapat pula peluang kerja di Turki, Montenegro hingga Amerika Serikat.
“Penempatan dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja atau job order yang tersedia dari masing-masing negara,” katanya. (*)




